Mengenal 3 Langkah Penanganan Malaria Pada Ibu Hamil

 

Malaria masih menjadi penyakit yang endemis di beberapa daerah di Indonesia. Kondisi ini juga menyebabkan ibu hamil di daerah tersebut rentan terinfeksi malaria. Penanganan  dari malaria pada ibu hamil penting dilakukan, karena bisa beresiko menginfeksi janinnya. Untuk mengetahui lebih jelasnya penanganan apa yang bisa dilakukan, simak ulasannya!

Infeksi Malaria Pada Ibu Hamil

  1. Penanganan Malaria Vivax

Penanganan pada kasus malaria tergantung berdasarkan jenis parasitnya. Jenis yang pertama yaitu malaria vivax. Pengobatan untuk malaria dengan jenis ini dilakukan dengan memberikan kombinasi obat klorokuin dan primakuin. Ibu hamil dengan gejala malaria jenis ini yaitu mengalami menggigil badan atau demam setiap 48 jam.

  1. Penanganan Malaria Kurtana

Malaria jenis ini disebabkan oleh plasmodium malariae. Dalam penanganannya, dokter biasa memberikan obat klorokuin dengan dosis tertentu selama tiga hari untuk membunuh plasmodium malaries. Ibu hamil yang terinfeksi malaria jenis ini mendapati gejala seperti keringat dingin, demam, sakit kepala hingga pingsan.

  1. Penanganan Malaria Tropika

Jenis ini termasuk jenis malaria yang paling ganas dibandingkan dengan yang lainnya. Jika pasien yang terjangkit adalah pasien ibu hamil, maka penanganan malaria pada ibu hamil  diberikan  sesuai dengan usia kehamilan. Untuk mendapatkan pengobatan malaria, ibu hamil bisa berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan dengan dokter untuk menentukan jenis parasit serta pengobatan yang harus dijalani.

Itulah 3 penanganan kondisi malaria pada ibu hamil yang bisa dilakukan jika dalam proses kehamilan, ibu terserang penyakit malaria. Infeksi penyakit ini tidak boleh dianggap sepele, karena bisa beresiko pada janin. Untuk itu, kenali gejala malaria dan jangan lupa untuk rutin memeriksakan kandungan Anda bila terdapat gejala yang menunjukkan terinfeksi malaria.

Similar Posts